Film Ephemeral oleh LSO Kofiekom Raih Penghargaan Best Actress di Bulan Komunikasi UNY

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA―LSO Kofiefom UNESA kembali meraih prestasi membanggakan dalam ajang Bulan Komunikasi 2024, cabang lomba International Short Movie Competition yang diadakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Film pendek berjudul 'Ephemeral' dinobatkan sebagai pemenang kategori Best Actress.
Sejumlah crew yang terlibat dalam proses produksi di antaranya Shabrifa Isti Akmaliya selaku produser, casting, talent coordinator, dan unit manager, Hanzholah Loeca selaku line producer, location manager dan runner, Widya Chandrawati selaku penulis, Edo Setiawan selaku sutradara, Zakariya Putra Soekarno selaku asisten sutradara, script continuity dan clapper, Muhammad Khuzeini selaku DOP dan best boy, Natan Prastya Adi selaku cameraman, Abirah Rafi Farjana selaku camera assistant, Ridha Fadhillah selaku gaffer dan lighting, Aldixon Timothy Natalo selaku sound department, Siti Khadijah selaku art direct, Sophie Cintya Kusumastuti selaku penata art, Raden Roro Wolanda Vrikalora selaku set builder, dan Nania Ayu Lestari selaku make up & wardrobe.
'Ephemeral' yang berarti tidak kekal, mengisahkan tentang duka mendalam seorang ibu yang kehilangan anaknya. Dalam upaya menghadapi kesedihan mendalam, sang ibu menciptakan dunia khayal di mana anaknya masih hidup. Adapun film ini menyoroti pentingnya menerima kenyataan dan melepaskan diri dari kesedihan yang berkepanjangan.
Sutradara, Edo Setiawan mengungkapkan pesan mendalam yang ingin disampaikan melalui film ini, "Tidak ada yang abadi di dunia ini. Kita harus belajar menerima kenyataan bahwa suatu saat semua orang akan pergi. Memasung diri dalam kesedihan yang berkepanjangan hanya akan membawa dampak buruk bagi diri sendiri."
Terdapat tiga (3) orang talent yang berperan penting dalam meraih penghargaan Best Actress pada film 'Ephemeral' ini yaitu Riri Basuki, Aufa Astrella Rahmadani dan Fatimah Azzaro Assegaf. Ketiganya mampu mempersembahkan ekspresi dan penjiwaan yang mendalam ketika berakting, sehingga hal ini relevan dengan alur cerita yang diharapkan oleh tim produksi.
Untuk mencapai titik puncak penghayatan emosional, Edo selalu memberikan arahan khusus kepada para talent. "Saya selalu menekankan pentingnya kejujuran dalam berakting. Mereka harus benar-benar merasakan emosi yang sedang diperankan, bukan hanya sekedar berakting," ujar Edo.
Proses produksi film ini tidaklah mudah. Tim produksi harus berjuang dengan keterbatasan waktu dan lokasi syuting yang sempit. Kendala teknis seperti kualitas audio yang kurang mendukung juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, berkat kerja sama tim yang solid, semua kendala tersebut dapat diatasi.
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA