Jumpa Top Kampus Indonesia, Septy dan Mifta Berhasil Lolos Top 10 Lomba Essay Nasional

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA - Septy Nur Ramadhani dan Muhammad Miftakhul Zulfiansyah, dua mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNESA, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Essay Competition yang diselenggarakan oleh Karier Akademi bekerja sama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Mereka berdua telah berhasil meraih posisi Top 10 Winners dalam kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai universitas dan sekolah di seluruh Indonesia.
Kompetisi ini diselenggarakan pada 15-30 Desember 2024 dan terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), IPB University, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Surabaya (UBAYA), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), serta pelajar tingkat SMA/SMK yang sangat beragam.
Septy dan Miftakhul mengungkapkan bahwa persiapan untuk mengikuti lomba ini sangat menantang, mengingat keduanya harus membagi waktu antara tugas kuliah dan Ujian Akhir Semester (UAS). "Kami sempat merasa ragu dan pesimis, apalagi waktu persiapannya sangat mepet dengan jadwal UAS. Namun, kami tetap berkomitmen dan membagi tugas agar bisa menyelesaikan essay sebelum tenggat waktu," cerita Septy.
Meskipun tantangan waktu yang begitu ketat, mereka berhasil menyelesaikan essay yang berjudul 'Text To Speech For Computer', sebuah inovasi yang mereka kemas dalam bentuk tulisan yang kreatif dan menarik.
Perasaan campur aduk menyelimuti mereka setelah mendengar pengumuman bahwa mereka berhasil masuk dalam jajaran pemenang. "We're trully happy, saya dan Mifta sangat bersyukur bisa berkesempatan menjadi top 10, karena tantangan yang kami lalui juga lumayan berat," ujar Septy. Meski tidak pernah mematok ekspektasi tinggi, keduanya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan inovasi terbaik dalam karya mereka.
Dalam proses ini, mereka juga mendapatkan arahan dan bimbingan dari dosen pembimbing mereka. Bu Jauhar Wahyuni, M.I.Kom., yang memberikan dukungan dan masukan yang sangat berharga, sehingga mereka dapat menyempurnakan karya mereka.
Kemenangan ini memberikan harapan besar bagi keduanya untuk terus berkembang di dunia akademik dan non-akademik. Septy pun berpesan kepada teman-teman mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNESA untuk tidak hanya fokus pada dunia perkuliahan semata, tetapi juga berani mengeksplorasi dan mengikuti kompetisi-kompetisi lain yang dapat memperkaya pengalaman dan membuka peluang baru.
"Harumkan nama Universitas Negeri Surabaya, setiap langkah kecil positif kalian pasti berkontribusi. Saya berharap teman-teman tidak hanya fokus pada dunia perkuliahan, tetapi juga berani mencoba hal baru yang bermanfaat bagi kalian sendiri dan orang-orang di sekitar kalian," tambahnya.
Sementara itu, Mifta menambahkan, "Jangan pernah puas dengan hasil yang sekarang, terus berani mencoba hal baru dan mengupayakan lebih baik dari sebelumnya. Sesuai motivasi saya 'Fortis, Fortuna, Adiuvat' yang artinya keberuntungan berpihak pada yang berani,” ujarnya. [vld,2025]
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA