Kalimat Pertama, Kunci Segalanya! Cara Menulis Lead Berita yang Efektif
ikom.fisipol.unesa.ac.id.
- Dalam dunia jurnalistik, lead berita berperan sebagai paragraf pembuka yang
tidak hanya menarik perhatian pembaca, tetapi juga menyampaikan inti informasi
secara singkat dan jelas. Lead yang kuat dapat menentukan apakah pembaca akan
melanjutkan membaca atau tidak. Oleh karena itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi dan
anggota pers mahasiswa perlu memahami teknik penyusunan lead yang efektif agar
berita yang mereka tulis sesuai dengan standar jurnalistik profesional.
Definisi Lead dalam
Jurnalistik
Menurut
Suhandang (2009), lead adalah bagian pertama dari berita yang mengandung
informasi utama dan dirancang untuk menarik perhatian pembaca. Ia juga
menyebutkan bahwa lead harus mampu menjawab unsur 5W+1H (What, Who, When,
Where, Why, dan How) tanpa bertele-tele.
Rachmat
(2005) dalam bukunya Jurnalistik:
Pendekatan Teori dan Praktik menambahkan bahwa lead yang efektif harus
memiliki kejelasan, ketepatan, serta daya tarik bagi pembaca. Di era digital
saat ini, lead yang baik juga harus mampu menyesuaikan dengan gaya konsumsi
media yang cepat dan ringkas (Nasution, 2021).
Lead
memiliki beberapa fungsi utama dalam sebuah berita, yaitu:
- Menarik perhatian pembaca
dengan menyajikan informasi penting secara singkat dan jelas.
- Menyampaikan
esensi berita agar pembaca langsung
memahami isi utama berita.
- Menentukan
arah dan nada berita, apakah
bersifat informatif, investigatif, atau human-interest.
- Meningkatkan kredibilitas berita dengan memberikan data faktual yang akurat di awal
tulisan (Wibowo, 2018).
Menurut
Kusumaningrat & Kusumaningsih (2005), lead berita dapat dikategorikan ke
dalam beberapa jenis berdasarkan cara penyampaian informasi:
a. Lead Langsung (Straight Lead)
Digunakan
dalam berita hard news untuk menyampaikan fakta utama secara langsung.
b. Lead Tidak Langsung (Delayed Lead)
Lead
ini digunakan dalam feature news untuk membangun suasana sebelum masuk ke inti
berita.
c. Lead Kutipan (Quotation Lead)
Lead
yang diawali dengan kutipan dari narasumber utama berita.
d. Lead Pertanyaan (Question Lead)
Menggunakan
pertanyaan untuk membangkitkan rasa ingin tahu pembaca.
e. Lead Naratif (Narrative Lead)
Lead
yang disusun dengan gaya bercerita untuk menggambarkan suatu peristiwa secara
dramatis.
Teknik Menyusun Lead Berita yang Efektif
Seorang
jurnalis harus mengidentifikasi elemen 5W+1H yang paling penting dalam berita.
Informasi yang kurang esensial sebaiknya tidak dimasukkan dalam lead.
b. Menggunakan Kalimat Singkat dan Padat
Lead
yang efektif umumnya terdiri dari 20–30 kata dalam satu atau dua kalimat.
Penggunaan kalimat yang panjang dapat mengurangi efektivitas lead (Suryadi,
2020).
c. Menyusun Urutan Informasi Secara Logis
Dalam
berita hard news, unsur What dan Who biasanya muncul lebih dahulu,
diikuti oleh When dan Where.
d. Menghindari Kata-Kata Klise
Hindari
frasa seperti "Dalam era modern
ini…" atau "Tak bisa
dipungkiri bahwa…" karena tidak memberikan nilai tambah pada berita.
e. Memilih Sudut Pandang yang Unik
Lead
yang menarik sering kali menyoroti sudut pandang yang jarang dibahas. Sebagai
contoh, dalam laporan tentang kenaikan harga bahan pokok, seorang jurnalis
dapat memfokuskan pada dampaknya terhadap pedagang kecil daripada sekadar
menyajikan angka statistik.
Kesalahan Umum dalam Menulis Lead
Menurut
penelitian Wibowo (2018), beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam
penyusunan lead berita meliputi:
- Lead terlalu panjang,
sehingga kehilangan daya tariknya.
- Informasi
utama tidak jelas, membuat
pembaca sulit memahami inti berita.
- Menggunakan
terlalu banyak angka atau istilah teknis,
yang bisa membingungkan pembaca.
- Menggunakan bahasa yang terlalu formal atau akademik, yang membuat berita kurang menarik.
Menyusun
lead berita yang efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip
jurnalistik. Dengan menguasai berbagai jenis lead, menerapkan teknik penulisan
yang tepat, serta menghindari kesalahan umum, mahasiswa Ilmu Komunikasi dan
jurnalis kampus dapat menghasilkan berita yang lebih menarik, informatif, dan
berkualitas.
Lead yang kuat tidak hanya meningkatkan keterbacaan berita, tetapi juga membangun kredibilitas media dan jurnalis yang menulisnya. Oleh karena itu, latihan yang berkelanjutan serta evaluasi terhadap gaya penulisan sangat diperlukan untuk terus meningkatkan kualitas jurnalistik mahasiswa.
Referensi
- Kusumaningrat, H., & Kusumaningsih, P. (2005). Jurnalistik: Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Nasution, R. (2021). Jurnalistik dan Media Digital. Jakarta: Rajawali Pers.
- Rachmat, J. (2005). Jurnalistik: Pendekatan Teori dan Praktik. Jakarta: Gramedia.
- Suhandang, K. (2009). Dasar-Dasar Jurnalistik. Bandung: Penerbit Nuansa.
- Suryadi, A. (2020). Media dan Komunikasi Publik: Analisis Penulisan Lead Berita di Media Online. Jurnal Komunikasi dan Media, 5(2), 123-135.
- Wibowo, R. (2018). Studi Jurnalistik dan Media Massa: Teknik Menulis Lead yang Efektif. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 45-60.
Penulis:
Zakariya Putra Soekarno, 2025
***
Laboratorium
Ilmu Komunikasi UNESA