Kohesi dan Koherensi : Rahasia Paragraf Yang mengalir logis
ikom.fisipol.unesa.ac.id. - Dalam dunia kepenulisan, terutama artikel akademik, seringkali menemukan paragraf dengan struktur yang tersusun rapi tapi terasa membingungkan saat dibaca. Dalam paragraf tersebut terdapat kalimat-kalimat yang seolah berdiri sendiri tanpa adanya keterkaitan makna yang jelas dan kuat.
Begitupun sebaliknya, terdapat tulisan artikel yang mengalir secara mulus, adanya keterkaitan antar kalimat satu dengan kalimat lain yang saling mendukung, dan membentuk alur pemikiran yang utuh sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca.
Di balik perbedaan tersebut, terdapat kohesi dan koherensi yang merupakan dua unsur penting saat menulis sebuah tulisan, hal ini seringkali dilupakan oleh penulis dalam membuat tulisan mereka. Kohesi dan koherensi menjadi pilar penting dalam menciptakan paragraf yang tidak hanya benar secara struktur kalimat, tetapi juga menarik jika ditinjau dari isi paragraf tersebut.
Kohesi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan keterikatan antar unsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai dengan adanya konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan, seperti dia tetap belajar meskipun sudah mengantuk.
Sedangkan menurut Djajasudarma, kohesi merupakan keserasian hubungan antara unsur-unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang baik (koheren). Kalimat atau kata yang dipakai bertautan dan saling mendukung makna. Pengertian yang satu menyambung pengertian yang lainnya sehingga berturut-turut.
Kohesi dibedakan menjadi dua yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal terdiri dari referensi, substitusi, elipsis dan konjungsi. Sedangkan kohesi leksikal berupa sinonim, hiponim, repetisi, kolokasi, dan ekuivalensi. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang istilah-istilah tersebut.
Tidak hanya terdapat kohesi dalam sebuah tulisan, namun juga harus disertai dengan kalimat yang koheren, yaitu yang memiliki alur logika dan makna yang dapat dipahami dengan mudah. Koherensi ini menyangkut keterkaitan makna antar proposisi. Jika kohesi adalah lem perekat struktur kalimat, maka koherensi adalah jalinan logika yang membuat setiap ide dalam paragraf terhubung secara wajar dan masuk akal.
Definisi koherensi menurut Tarigan merupakan pertalian makna atau pertalian isi kalimat. Koherensi sangat diperlukan keberadaannya untuk menata pertalian batin antara bagian yang satu dengan yang lain dalam paragraf.
Koherensi tidak hanya bergantung pada struktur bahasa, tetapi juga pada kemampuan penulis dalam membangun hubungan sebab-akibat, perbandingan, atau penjelasan yang runtut.
Terdapat perbedaan antara kohesi dengan koherensi, dimana perbedaan tersebut terletak pada titik dukung dalam struktur wacana. Aspek internal atau aspek yang mendukung keutuhan wacana dari dalam disebut dengan aspek kohesi, seperti aspek kepaduan, keutuhan, aspek bentuk, aspek lahiriah, aspek formal, organisasi sintaktik, dan unsur internal. Sedangkan aspek yang mendukung keutuhan wacana dari luar atau eksternal disebut aspek koherensi, seperti aspek kerapian, kesinambungan, aspek makna, aspek batiniah, aspek ujaran, organisasi semantik, dan unsur eksternal.
Untuk menciptakan paragraf yang mengalir logis, penulis perlu memperhatikan keseimbangan antara kohesi dan koherensi. Langkah pertama adalah dengan memastikan bahwa setiap paragraf memiliki kalimat utama yang menjadi pusat gagasan. Kalimat-kalimat berikutnya harus mendukung, menjelaskan, atau memberikan contoh terhadap gagasan utama itu.
Kohesi dapat dibentuk melalui penggunaan konjungsi yang tepat, pemilihan kata ganti, atau pengulangan yang terencana. Sementara itu, koherensi dapat dibangun dengan mengatur ide-ide secara kronologis, kausal, atau komparatif sesuai dengan tujuan paragraf.
Daftar Pustaka
Djajasudarma, T. Fatimah. 2006. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT. Eresco.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Mulyana. 2005. Kajian Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wicana.
Reporter : Nur Mazidah Agustin N., 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA