Libatkan Praktisi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Belajar Langsung Soal Jurnalistik

ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA—Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) seringkali mengajak praktisi untuk turut mengisi kelas. Salah satunya mata kuliah Dasar Jurnalistik. Pada Senin (7/10) mata kuliah Dasar Jurnalistik melibatkan Farah Manhila, Reporter TVOne Biro Surabaya dan Nadia Annastasia, Eks-Reporter Jawa Pos Koran untuk berbagi pengalaman mereka sebagai jurnalis.
Kuliah tamu yang dilakukan secara daring ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2024. Ada sekitar 150 mahasiswa yang antusias mengikuti perkuliahan tersebut. Penting bagi para mahasiswa untuk belajar langsung dengan para praktisi guna dapat mengetahui hal-hal yang benar-benar terjadi di lapangan.
Para mahasiswa juga tak hanya mempelajari teori mengenai jurnalistik. Melalui kuliah tamu yang menghadirkan para praktisi ini diharapkan para mahasiswa bisa memahami bentuk implementasinya. Selain itu, pada semester 3 para mahasiswa diharuskan untuk memilih konsentrasi atau peminatan yang tersedia di Ilmu Komunikasi UNESA. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan juga bisa memiliki gambaran akan minat dan passion mereka.
Farah, yang lebih fokus pada jurnalisme televisi menjelaskan kepada para mahasiswa bagaimana sistem peliputan yang berjalan di TVOne Biro Surabaya. Ia menuturkan bahwa setiap stasiun televisi memiliki kebijakan masing-masing yang diberlakukan di Biro mereka. “Kalau di TVOne Biro Surabaya itu, sumber berita didapatkan dari wartawan kontributor dan reporter,” ucapnya.
Hal yang membedakan adalah kontrak kerja serta tanggung jawabnya, yang mana reporter memiliki kewajiban untuk melakukan reportase langsung jika diminta oleh kantor pusat. “Karena kita menyampaikan langsung, ada kalanya pembawa acara itu melontarkan pertanyaan yang di luar dugaan,” ucap Farah.
Keterampilan dalam mengolah data yang ada dan menyampaikan informasi tanpa terlihat kekurangan data ini sangat diuji dalam kondisi tersebut, sehingga pengamatan dan pantauan di lokasi juga perlu dilakukan dengan mencari informasi tambahan dari warga sekitar.
Farah menjelaskan tanggung jawab yang diemban hingga proses peliputan juga reportase langsung. Berbeda, Nadia cenderung menjelaskan proses peliputan di media cetak, yang mana mengharuskan jurnalis memiliki kemampuan dalam mendeskripsikan suatu kondisi ke dalam sebuah tulisan, sehingga para pembaca dapat merasakan suasana yang dideskripsikan.
Meskipun secara daring, para mahasiswa menunjukkan antusias mereka dengan bertanya kepada kedua praktisi tersebut. Mulai dari melontarkan pertanyaan soal tips public speaking hingga pengalaman paling berkesan saat melakukan peliputan oleh para praktisi.
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA