Raih Juara Favorit Seni Tunggal IPSI, Galuh Dinda Natasya Terima Penghargaan dari Prabowo Subianto

ikom.fisipol.unesa.ac.id,
SURABAYA – Galuh Dinda Natasya, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA angkatan 2023,
berhasil menorehkan prestasi sebagai juara favorit Seni Tunggal IPSI (Ikatan
Pencak Silat Indonesia) kategori dewasa putri di ajang Kejuaraan Pencak Silat Nasional 'Trunojoyo National Championship' yang diselenggarakan oleh Universitas Trunojoyo
Madura pada tanggal 3-6 Oktober 2024. Sertifikat penghargaan yang diterima oleh
Galuh ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PB IPSI Indonesia, Prabowo
Subianto.
Persiapan
Galuh untuk mengikuti kejuaraan ini dilakukan dengan sangat intens. Perjuangan
untuk sampai di titik ini tidaklah mudah. Saat mengikuti kejuaraan PORKAB pada
bulan Agustus 2024, Galuh mengalami cedera pada kakinya. Ketika akan
bertanding di Kejuaraan Nasional IPSI pada bulan Oktober lalu, sebenarnya
cedera pada kakinya belum benar-benar pulih. Namun dengan tekad yang kuat dan
kegigihannya, ia berhasil meraih juara favorit di awal pengalamannya saat
mengikuti Seni Tunggal IPSI selama menjadi seorang pesilat.
“Dengan
keadaan kaki yang belum sepenuhnya pulih, saya memutuskan untuk tetap berjuang
dan mengikuti kejuaraan yang memang sudah terjadwal sejak awal, dan sebagai
seorang petarung, ini pengalaman pertama bagi saya mengikuti ajang kejuaraan Seni
Tunggal IPSI, setelah sebelumnya berpengalaman di kategori seni ganda,” terangnya.
Meskipun
baru pertama kali tampil dalam Seni Tunggal IPSI, Galuh berhasil meraih juara favorit
pada kejuaraan tersebut. Walaupun persiapannya kurang lebih hampir sama, namun
Galuh mengaku untuk mempersiapkan kejuaran ini sedikit berat dan harus memulai
dari nol karena sebelumnya Galuh adalah seorang pesilat seni ganda.
“Awalnya,
saya merasa sangat kaget karena biasanya saya bertanding dalam seni ganda
bersama teman, tetapi kali ini saya harus tampil sendiri di hadapan ratusan
orang. Namun, meskipun hasilnya tidak sempurna, saya sangat senang bisa
mengawali seni tunggal dengan hasil yang baik” ungkapnya.
Bagi Galuh, pencak silat bukanlah sekedar hobi semata melainkan pencak silat juga merupakan jalan untuk Galuh bisa mengembangkan dirinya, terutama dalam tanggung jawab dan keberanian.
“Penting sekali bagi saya untuk terus menekuni pencak silat, karena selain hobi, saya juga merasa diberi kepercayaan oleh coach maupun tim saya. Selain itu, jika kita melakukan segala sesuatu dengan bahagia, untuk menikmati prosesnya akan terasa lebih nikmat, sehingga saya mempunyai tekad di mana pun saya berada, saya harus mampu mengharumkan tempat tersebut entah itu kecil maupun besar,” ujarnya.
Sebagai penutup, Galuh berharap agar di tahun 2025 mendatang, ia dapat semakin banyak mengukir prestasi membanggakan untuk dipersembahkan bagi keluarga dan mengharumkan nama baik Prodi Ilmu Komunikasi UNESA [ysm, 2024].
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA