Brand Storytelling: Strategi Memperkuat Identitas Merek

ikom.fish.unesa.ac.id―Branding merupakan suatu proses mengomunikasikan produk atau layanan yang dijadikan sebagai identitas. Branding bertujuan membentuk citra dan reputasi suatu produk atau layanan yang diciptakan, tidak hanya untuk menarik perhatian audiens, tetapi juga harus meninggalkan kesan yang mendalam. Tidak sedikit juga tim pemasaran menggunakan narasi-narasi dalam strategi branding-nya guna memberi kesan pada konsumen atau audiensnya.
Penggunaan narasi dapat membentuk hubungan antara merek dengan audiens. Hubungan tersebut memiliki kekuatan emosional dan memori yang kuat yang kuat. Berikut adalah beberapa kemungkinan strategi branding dengan menggunakan narasi:
Memperkuat identitas merek. Narasi sangat membantu suatu merek dalam mengomunikasikan cerita yang ada dibalik suatu produk atau layanan. Sebagai contoh, dengan menggunakan narasi dapat mengenalkan kepada konsumen bagaimana suatu produk tersebut ada dan tercipta.
Melibatkan hubungan emosional. Narasi yang kuat dan memiliki ciri khas dapat menimbulkan emosional konsumen atau audiens yang menikmatinya, apalagi jika narasi yang dibuat relevan dengan kondisi dan pengalaman dari audiens. Begitu pula jika narasi melibatkan hal-hal yang sedang viral terjadi tetapi tetap mempertahankan cerita asli, hal tersebut dapat semakin menarik perhatian.
Pembeda dari kompetitor lain. Narasi yang dibuat dengan unik dan relevan dapat menjadi pembeda yang signifikan bagi kompetitornya. Jika penerapan narasi dalam branding dijalankan dengan baik, tanpa sadar audiens dapat langsung mengenali produk atau layanan tersebut. Sebagai contoh, produk yang setiap tahunnya membuat subtema narasi yang berbeda namun tetap satu tema untuk meninggalkan kesan pada konsumen atau audiens.
Menimbulkan sifat loyalitas. Konsumen akan cenderung tertarik pada produk atau layanan dengan branding-nya yang meninggalkan kesan positif dan menarik. Narasi yang efektif tersebut dapat menciptakan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Jika sudah terjalin hubungan emosional dengan merek tertentu, maka konsumen atau audiens cenderung akan setia dan berkenan untuk membagikan pengalaman mereka dalam menggunakan suatu produk atau layanan tersebut.
Strategi dan upaya branding dengan mengembangkan narasi harus tetap memperhatikan isi cerita dan hubungan dengan merek. Penggunaan narasi harus disampaikan dengan konsisten dan sesuai pada target konsumen atau audiens yang dituju. Jika hal tersebut dapat diterapkan, penggunaan narasi dapat menjadi salah satu upaya branding yang memperkuat identitas merek.
Referensi:
Umaroh, L. (2022). KOMUNIKASI PENCERITAAN DESTINASI WISATA KOTA LAMA SEMARANG OLEH PEMANDU WISATA SEBAGAI UPAYA BRANDING. In Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) (Vol. 8, No. 2, pp. 19-28).
Press, P. K., Anoegrajekti, N., Saputra, H. S., Maslikatin, T., Zahratul Umniyyah, S. S., Zamroni, M., ... & Books, P. A. TEORI KRITIS DAN METODOLOGI.
*** Author: Idfiana (PR Apprentice)
Editor: astr, 2024
Cover: Nora (PR Apprentice)
Laboratorium Ilmu Komunikasi