Jelajah Keberagaman Budaya Melalui Sajian Kuliner Pasar Atom di Surabaya

ikom.fisipol.unesa.ac.id, - Pasar Atom Surabaya, kawasan yang menggambarkan interaksi lintas budaya, berdiri sejak tahun 1972. Pasar tradisional ini, kini telah berkembang menjadi pasar modern. Hal ini membuat Pasar Atom menjadi tempat yang unik, di mana pengunjung dapat berbelanja sekaligus menikmati nostalgia.
Pasar Atom dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam pilihan makanan
dari berbagai budaya. Di sini, pengunjung dapat menikmati makanan khas
Tionghoa, Padang, Jawa, dan Madura. Keberagaman kuliner yang ada di pasar ini
menjadi bukti nyata dari keberagaman budaya di Surabaya.
Pasar ini menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok etnis, terutama
komunitas Tionghoa yang memiliki sejarah panjang di kawasan ini. Interaksi
lintas budaya di Pasar Atom menciptakan suasana yang menyenangkan dan memperkaya
pemahaman antar individu dari berbagai latar belakang.
Selain kuliner yang beragam, Pasar Atom juga memiliki nilai sejarah yang
kental. Komunitas Tionghoa di Surabaya telah memberi pengaruh besar dalam segi
kuliner, barang dagangan, dan bahasa di pasar ini. Di antara kios-kios dan
pedagang kaki lima, pengunjung sering mendengar percakapan dalam berbagai
bahasa, mulai dari Mandarin, Hokkien, hingga Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa
pasar ini bukan hanya tempat berbelanja atau makan, tetapi juga ruang
komunikasi lintas budaya.
Namun, dibalik keragaman budaya yang ada, Pasar Atom juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Salah satunya adalah Sentra PKL Pasar Atom yang menawarkan tempat nyaman untuk menikmati berbagai hidangan dari pedagang kaki lima. Sentra ini menjadi salah satu tempat favorit, karena suasananya yang ramah keluarga dan keberagaman makanan yang bisa dinikmati bersama.

Dalam pengalaman saya,
kuliner di Pasar Atom memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya adalah
Kolobak, hidangan khas Tionghoa yang terbuat dari babi yang disiram dengan saus
asam manis. Meskipun banyak pilihan makanan halal dan non-halal, keberagaman
ini justru menjadi daya tarik yang membuat Pasar Atom semakin hidup.
Makanan-makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi sarana untuk
mengenal lebih dalam kebudayaan yang ada di Surabaya.
Maria, seorang
pengunjung setia Pasar Atom, berbagi pengalaman kulinernya dengan saya. “Saya
sering kesini buat kulineran, karena makanannya beragam,” ujar Maria. “Ada
cakwe yang terkenal, pastel go, lumpia kartiko, itu saya suka banget. Apalagi
kalau bersama keluarga, makanannya jadi tambah seru karena bisa pesan banyak,”
tambahnya.
Maria juga menyebutkan betapa ramai dan padatnya pasar ini, terutama saat antre di kios-kios terkenal. Namun bagi Maria, antrean panjang tersebut tidak mengurangi kenikmatan menikmati kuliner sambil melihat perbedaan budaya di sekitarnya.

Maria menambahkan bahwa salah satu makanan favoritnya adalah Cakue Peneleh. Selain rasanya yang enak, Maria juga menyukai suasana saat membeli makanan tersebut. “Di sini, saya bisa melihat perbedaan budaya dan agama, namun tetap bisa menikmati cakwe yang enak ini. Semua orang dari berbagai latar belakang bisa saling berbagi dan menikmati makanan bersama,” ujar Maria.
Hal ini menunjukkan
bahwa kuliner di Pasar Atom tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga
memperkuat komunikasi lintas budaya di antara pengunjung.
Pasar Atom menjadi
contoh nyata bagaimana keberagaman budaya dapat dihargai dan dirayakan. Dalam
setiap kunjungan, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi
juga untuk mengalami bagaimana budaya yang berbeda dapat hidup berdampingan
dalam harmoni. Melalui kuliner, Pasar Atom memberikan kesempatan bagi
pengunjung untuk lebih memahami dan merayakan perbedaan, serta belajar untuk
saling menghargai.
Kehidupan yang beragam
di Pasar Atom memperlihatkan bahwa keberagaman bukanlah hal yang memisahkan,
tetapi justru memperkaya. Kuliner yang ada di pasar ini tidak hanya memenuhi
kebutuhan perut, tetapi juga menjadi penghubung antar individu dari berbagai
latar belakang. Pengalaman makan bersama, seperti mencicipi cakwe dan hidangan
khas Tionghoa lainnya, memperlihatkan bagaimana perbedaan bisa dinikmati tanpa
rasa takut atau canggung.
Pasar Atom lebih dari
sekedar pasar atau pusat kuliner. Ia adalah tempat di mana komunikasi lintas
budaya terjadi dengan cara yang sederhana namun bermakna. Keberagaman yang ada
di Pasar Atom mengajarkan kita meskipun datang dari berbagai latar belakang,
kita tetap bisa menikmati kebersamaan melalui kuliner. Dengan begitu, Pasar
Atom tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang untuk belajar dan
merayakan perbedaan.
***
Author : Imelda Marcelina (Ilmu
Komunikasi, 2023)
Editor : Nailah, 2025
Laboratorium Ilmu
Komunikasi UNESA