ikom.fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA ― Indonesia dikenal sebagai negara dengan percampuran budaya yang sangat beragam. Banyak budaya di Indonesia yang terlahir dari proses akulturasi, menciptakan budaya yang unik dan khas. Salah satu contoh hasil akulturasi budaya adalah Tari Lenggang Cisadane, sebuah tarian tradisional yang menjadi ciri khas Kota Tangerang.
Tarian ini merepresentasikan harmoni dari perpaduan budaya yang ada di wilayah tersebut. Tari Lenggang Cisadane kerap ditampilkan sebagai suatu pertunjukan di berbagai acara karena dianggap mampu menjadi hiburan visual yang menarik untuk menjaga suasana tetap hidup dan dinamis sekaligus menjadi ajang memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat.
Salah satu pertunjukan Tari Lenggang Cisadane yang dapat kita saksikan, yaitu pada acara Banten CUP 2024 yang digelar secara langsung di GOR Damyanti. Dengan tujuan memeriahkan pembukaan acara lomba basket antar sekolah tersebut, setiap perwakilan sekolah diberikan kesempatan untuk unjuk gigi dengan membawakan suatu penampilan. Dengan mantap, SMA Negeri 1 Tangerang menunjukkan pesona Tari Lenggang Cisadane yang bisa kita saksikan secara meriah.
Makna dan Percampuran Budaya
Tari Lenggang Cisadane merupakan hasil percampuran beberapa budaya yang ada di Tangerang terutama masyarakat yang tinggal di dekat dengan Sungai Cisadane, seperti Sunda, Betawi, Melayu, dan Tionghoa.
Meskipun tarian ini merupakan proses percampuran budaya, namun tarian ini tetap begitu indah. Tarian ini menggambarkan kerukunan, semangat, dan keindahan budaya masyarakat Tangerang yang hidup berdampingan dengan damai meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.
Harmonisasi keberagaman budaya dalam Tari Lenggang Cisadane terasa di berbagai aspek. Salah satunya yaitu pada kostum yang dipakai oleh penari. Kostum tersebut umumnya memadukan elemen busana tradisional Betawi, seperti kain dengan motif batik khas, dengan aksen warna cerah yang mencerminkan pengaruh budaya Tionghoa.
Gerakan yang dilakukan dalam tarian juga melambangkan keharmonisan antara manusia dan alam serta semangat masyarakat Tangerang dalam menjaga warisan budaya mereka. Saat penari melakukan gerakan tarian, kita dapat mendengar alunan alat musik tradisional, seperti gambang, rebana, dan gendang.
Konsep Gado-Gado Budaya
Melalui Tari Lenggang Cisadane, masyarakat Tangerang ingin menunjukkan bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk hidup harmonis. Justru, perpaduan berbagai elemen budaya menjadikan kehidupan lebih kaya dan indah. Konsep ini serupa dengan gado-gado, makanan khas Indonesia yang terdiri dari percampuran berbagai macam sayuran dan bumbu sehingga menghasilkan cita rasa yang lezat dan unik.
Menurut LKLB News, gado-gado adalah makanan yang rasa enaknya tidak perlu diragukan lagi. Karena ketika bungkusnya dibuka, makanan ini berisi berbagai macam bahan, seperti aneka sayuran segar, telur rebus, kentang, tahu, tempe, dan bahan-bahan lainnya yang berpadu sempurna dengan bumbu.
Keberagaman yang ada di gado-gado tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa gado-gado begitu disukai oleh banyak orang. Sama seperti gado-gado, keberagaman budaya yang tercermin dalam Tari Lenggang Cisadane menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satu siswi SMA Negeri 1 Tangerang, Puti Andini, turut mengungkapkan hal yang sama tentang pesona Tari Lenggang Cisadane. “Aku sih kagum ya ada tarian ini, karena beneran kaya gado-gado sih. Banyak budaya, banyak percampuran, tapi wow enak untuk dinikmati," ujarnya.
Dengan tarian ini, Tangerang tidak hanya memperkenalkan keindahan seni tradisionalnya, tetapi juga menegaskan identitasnya sebagai wilayah dengan kekayaan budaya yang lahir dari interaksi berbagai kelompok etnis yang hidup rukun dan harmonis.
***
Author : Diva Sulistyazahra (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor : alya, 2025
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA