Masjid Nasional Al-Akbar : Melirik Keindahan Toleransi di Pasar Seberang Masjid Berkubah Vertikal

ikom.fisiol.unesa.ac.id, SURABAYA - Masjid Nasional Al-Akbar merupakan masjid kedua terbesar setelah Masjid Istiqlal yang ada di Indonesia, berada di Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini begitu megah dan besar, sesuai dengan nama yang tersemat ‘Al-Akbar’ yang dalam bahasa arab berarti besar dan agung. Masjid Al-Akbar memiliki luas sekitar 22.300 meter.
Masjid ini pertama kali dibangun pada 4 Agustus 1945 dan selesai pada tahun 2000. Pembangunannya sempat terhenti pada tahun 1997 sampai 1999 karena krisis keuangan yang dialami Asia tahun 1997. Ciri khas dari masjid ini adalah kubah berbentuk vertikal yang besar dengan empat kubah kecil berwarna biru yang menambah estetika dan keindahannya.
Tak hanya diukur dari segi keindahan dan estetika masjid, Al-Akbar ini juga diukur untuk memenuhi kenyamanan serta keserasian keseluruhan bangunan, seperti marmer dari Lampung dipilih untuk pelapis dinding dan lantai ruang dalam, sehingga ruangan menjadi sejuk. Kaligrafi dibuat oleh ahli berkelas nasional dari Bangil Pasuruan, dan mimbar yang berketinggian 3 meter dihiasi ornamen khas Madura karya beberapa pengerajin Madura.
Pasar Rakyat Jambangan lokasinya tepat di seberang masjid Al-Akbar dan berada di sebelah Gereja Paroki Sakramen Mahakudus, salah satu bukti kemakmuran dan kesejahteraan antar umat beragama di Indonesia. Gereja dan masjid yang berseberangan, keduanya sama besar dan iconic diantara kedua umat beragama, tidak pernah ada pertikaian dan kerusuhan dalam kedua tempat beribadah ini, tempat beribadah kedua umat ini selalu tenang dan saling menghargai.
Pasar rakyat ini benar-benar ramai dan memiliki banyak variasi dagangan yang menunjukkan banyaknya perbedaan minat masyarakat. Berada di Pasar Rakyat ini mengingatkan penulis, bahwa kita hidup di masyarakat yang makmur walaupun ada banyak perbedaan karena perbedaan bukanlah alasan mengawali perpecahan, tapi justru perbedaan adalah salah satu alasan semakin eratnya kita untuk semakin mengerti dan bersatu dalam asa dan arti bangsa.
Suasana yang tercipta membuat pengunjung dari berbagai latar belakang merasa diterima, berada di seberang masjid besar dengan arsitektur muslim, serta tak jarang terdengar suara adzan dan lantunan islami, tak merusak perbedaan kepercayaan yang justru mencerminkan perpaduan budaya yang telah mengakar sejak lama di tempat ini.
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tak hanya menjadi sekedar icon masjid bagi umat muslim, tapi adanya masjid Al-Akbar yang juga telah memfasilitasi adanya Pasar Rakyat Jambangan dan Al-Madinah jugalah suatu hal yang patut diapresiasi manfaatnya untuk kesatuan dan pemberdayaan perbedaan yang berada di masyarakat.
Bahkan posisi masjid Al-Akbar yang berada berseberangan dengan salah satu gereja besar bernama Gereja Paroki Sakramen Mahakudus membuktikan kemakmuran dan kesatuan antar umat beragama yang ada di Indonesia, salah satunya di Kota Surabaya. Penulis juga merasakan adanya kesatuan integrasi budaya dan perbedaan mulai dari tempat ibadah, masakan, bahkan pakaian yang menunjukkan perbedaan, namun tidak membuat perpecahan.
***
Author : Ishmah Maziun (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor : Zidah, 2025
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA