Melirik Keindahan Candi Ngetos di Kota Angin, Peninggalan dari Kerajaan Majapahit

ikom.fisipol.unesa.ac.id,
Nganjuk - Candi Ngetos merupakan sebuah candi yang berlokasi di Desa Ngetos,
Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Candi Ngetos
diperkirakan dibangun pada abad ke-15 Masehi, saat Kerajaan Majapahit masih
berkuasa. Masyarakat sekitar mengungkapkan bahwa tujuan dari dibangunnya Candi
Ngetos adalah untuk tempat penyimpanan abu jenazah Raja Hayam Wuruk, dan kawasan
Candi Ngetos menghadap langsung ke Gunung Wilis.
Candi Ngetos masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu pada
beberapa perayaan tertentu, oleh umat Hindu Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.
Dahulu, wilayah Ngetos dikenal sebagai wilayah suci dan merupakan salah satu
pusat peradaban Hindu di wilayah Kerajaan Majapahit. Dan sebelum raja Hayam
Wuruk meninggal, mewasiatkan untuk dimakamkan di tanah suci di kaki Gunung
Wilis.
Candi Ngetos Sebagai Tempat Wisata
Meskipun Candi Ngetos tidak sebesar candi pada umumnya, candi ini memiliki daya tarik tersendiri, karena nilai sejarahnya yang tinggi dan tempatnya yang tenang karena jauh dari pusat kota. Lokasi Candi Ngetos yang menghadap langsung ke Gunung Wilis, yang dapat menciptakan pemandangan indah dan istimewa untuk memanjakan mata pengunjung yang datang.
Pengunjung Candi Ngetos adalah wisatawan lokal dari beberapa wilayah yang
berada di sekitar Kabupaten Nganjuk. Berbeda pada saat hari libur, jumlah
pengunjung akan mengalami pelonjakan. Harga tiket masuk candi hanya dikenakan
biaya sebesar Rp5.000 untuk satu orang dan buka setiap hari, mulai dari jam
08.00-16.00. Fasilitas yang ada pun juga cukup lengkap, mulai dari area parkir,
pusat informasi, spot foto, warung makan, dan toilet.
Untuk harga makanan juga terbilang cukup murah untuk area wisata. Demi
menjaga keutuhan dan keamanan, Candi Ngetos dikelilingi sebuah pagar yang
membuat pengunjung hanya bisa menikmati dari jarak kurang lebih 3 meter saja.
Para pengunjung terlihat sangat tertarik dengan latar belakang dari Candi
Ngetos, ornamen-ornamen yang ada, juga dapat menikmati keindahan yang
disuguhkan Candi Ngetos ini.
Candi Ngetos Sebagai Bukti Toleransi Umat Beragama
Kabupaten Nganjuk merupakan wilayah dengan
mayoritas penduduknya beragama Islam, di mana toleransi antar umat beragama dan
budaya juga tercermin di Candi Ngetos ini. Hal ini menunjukan, bahwa toleransi
pada daerah tersebut masih terjaga sehingga membuat Candi Ngetos tidak hanya
sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai tempat wisata dan tempat belajar
sejarah di wilayah Nganjuk.
Salah satu pengunjung, Sumilan, juga
mengungkapkan bahwa meskipun ini adalah situs Hindu-Budha, ia sangat tertarik
dan kagum dengan bangunan dari Candi Ngetos. Menurutnya Candi Ngetos harus
dijaga oleh semua masyarakat Kabupaten Nganjuk tanpa memandang perbedaan ras,
suku, maupun agama sehingga situs budaya ini dapat tetap ada dan tidak hilang
hingga anak cucu nantinya.
Candi Ngetos adalah bukti nyata dari
interaksi antarbudaya atau intercultural communication, tidak hanya
dikenal sebagai tempat beribadah, namun juga sebagai sarana wisata dan
pendidikan bagi penduduk Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. Melalui
informasi-informasi yang ada di Candi Ngetos, membuat pengunjung dapat
mengetahui lebih lanjut terkait latar belakang budaya yang ada di candi tersebut.
Dengan demikian, toleransi yang ada di Candi Ngetos dapat dijadikan contoh oleh semua kalangan. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan yang ada di Candi Ngetos, melainkan juga belajar mengenai budaya Hindu-Budha yang membuat rasa toleransi antar umat beragama akan lebih kuat dan tidak mudah terperdaya oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
***
Author : Muhammad Lanang Kunto Abimanyu (Ilmu Komunikasi 2023)
Editor : Zidah, 2025
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA