Memaknai Perilaku Manusia dan Lingkungannya Melalui Teori Behavioristik

ikom.fish.unesa.ac.id―Pernahkah kalian berpikir pada saat kalian melihat seseorang melakukan suatu tindakan atau saat mereka merespon suatu tindakan, dari manakah motivasi itu datang? Mengapa seseorang melakukan suatu perilaku tertentu? Atau bahkan mengapa mereka merespons situasi dengan cara yang spesifik? Nah, salah satu pendekatan yang memberikan jawaban atas pertanyaan ini adalah Teori Behavioristik. Teori ini menyatakan bahwa perilaku manusia sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, loh! Ayo kita jelajahi lebih dalam tentang konsep Teori Behavioristik ini.
Sebelumnya, mungkin akan muncul pertanyaan terkait bagaimana teori behavioristik memiliki korelasi dengan bidang ilmu komunikasi, sedangkan behavioristik adalah teori dalam ilmu psikologi? Ilmu komunikasi adalah bidang ilmu yang multidisipliner, sehingga dapat mempelajari berbagai perspektif bidang, salah satunya adalah psikologi.
Pada umumnya, lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap pola perilaku seseorang. Pemikiran itu nyata adanya di dalam konsep Teori Behavioristik. Teori ini mulai dikembangkan pada abad ke-20 oleh John B. Watson guna mengkaji sebuah perilaku yang dapat diukur, dilukiskan dan diramalkan karena pada umumnya psikologi membahas sesuatu secara internal seperti mental, perasaan atau emosi seseorang. Teori ini juga menganalisis bagaimana lingkungan eksternal maupun internal mampu memberikan rangsangan atau stimulus yang dapat menjadi motif bagi seseorang berperilaku, baik nantinya akan menghasilkan sebuah respon, reaksi fisik ataupun sebuah tindakan. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah lingkungan yang dapat menimbulkan respons dari individu, misalnya berupa suara, cahaya, kata-kata, tindakan orang lain, atau objek fisik.
Watson mengedepankan ide bahwa komunikasi tidak hanya merupakan suatu bentuk penyampaian informasi atau ide melalui media internal seperti pikiran, tetapi lebih kepada suatu proses eksternal yang terlihat. Dengan kata lain, komunikasi terjadi ketika individu secara aktif memberikan respon terhadap rangsangan atau stimulus yang diterima dari lingkungan atau orang lain di sekitarnya. Maka, muncullah perspektif bahwa manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterima dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan individu yang buruk, begitu pula sebaliknya, lingkungan yang baik akan menghasilkan individu yang baik.
Selanjutnya, bagaimana wujud implementasi Teori Behavioristik dalam kehidupan nyata? Ketika kita sedang berselancar di media sosial, tiba-tiba kita menemukan seorang influencer yang merilis konten video yang menarik dan bermanfaat bagi khalayak umum. Lantas, konten video tersebut ternyata menerima afirmasi positif berupa komentar dari netizen, misalnya berupa kata-kata pujian maupun dukungan. Lalu seorang influencer pun merasa sangat dihargai dan semakin semangat untuk mengunggah konten selanjutnya, sehingga hal ini dapat digambarkan sebagai respon individu.
Contoh lainnya adalah penyajian iklan komersial di televisi. Iklan tersebut memiliki visual yang menarik perhatian serta mengandung pesan yang emosional. Ternyata, iklan tersebut berhasil menggugah motivasi penonton untuk membeli produk yang diiklankan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Teori Behavioristik ini menjelaskan bagaimana suatu stimulus dari lingkungan dapat memicu respons komunikasi tertentu dari individu.
Referensi:
Gerry. (2019, April 22). Teori Komunikasi Behaviorisme. Retrieve from https://gerry05.blogspot.com/2019/04/teori-komunikasi-behaviorisme.html?m=1
***
Author: Chevanya Karunia Suntoro (PR Apprentice)
Editor: astr, 2024
Cover: Lia (PR Apprentice)
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA