Membingkai Citra Lembaga: Mengubah Persepsi Melalui Teori Framing

ikom.fish.unesa.ac.id―Pada era digital ini, teknologi informasi berkembang pesat. Peran media massa sebagai penyebar informasi semakin memiliki kekuatan yang tidak dapat diabaikan. Peran media massa sebagai penyebar informasi melalui penyajian berita, tentu saja berdampak pada pemahaman dan penilaian publik terhadap lembaga yang diberitakan, sehingga pada akhirnya media turut membentuk citra lembaga tersebut di mata publik.
Salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan citra lembaga adalah dengan menerapkan Teori Framing. Teori Framing dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan citra lembaga. Teori Framing mengkaji bagaimana distribusi informasi dapat menghasilkan interpretasi dan pemahaman publik. Dalam konteks ini, Teori Framing dari Robert N. Entman dapat diterapkan untuk menciptakan citra yang positif dan menarik untuk masyarakat.
Dalam pandangan Entman, konsep framing menyediakan cara "The Power of a Communicatin Text", di mana framing pada dasarnya mengacu pada pemberitaan definisi, penjelasan, penilaian, dan rekomendasi dalam suatu wacana untuk menekankan suasana tertentu dari peristiwa yang dibahas. Untuk mengetahui bagaimana framing yang dilakukan oleh media, terdapat sebuah perangkat framing yang dikemukakan oleh Entman guna menjelaskan bagaimana wartawan memaknai dan menandai suatu peristiwa. Entman membagi perangkat framing menjadi empat komponen sebagai berikut:
Para pemimpin politik, misalnya, sering menggunakan strategi framing untuk memposisikan diri mereka secara positif di mata publik, dengan menekankan pencapaian dan prestasi mereka sembari meminimalisir kesalahan mereka. Demikian pula dalam menjalankan bisnis, suatu perusahaan menggunakan strategi framing dalam upaya pemasaran untuk membedakan diri mereka dari para pesaing dan menciptakan brand awareness yang baik.
Untuk menerapkan strategi framing guna meningkatkan citra lembaga, pesan harus dikembangkan secara konsisten, tidak ambigu, dan sesuai dengan keyakinan dan tujuan lembaga. Beberapa strategi berikut ini dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan citra positif antara lain:
Penyebaran Pesan Secara Luas: Agar dapat menjangkau berbagai khalayak sasaran secara efektif, pesan harus disebarluaskan melalui berbagai platform, termasuk media sosial, siaran pers, dan acara-acara publik.
Menyoroti Aspek Positif: Lembaga dapat menyoroti pencapaian, kontribusi sosial, dan dampak positifnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menampilkan pencapaian, penghargaan yang telah diraih, dan kesaksian dari para penerima bantuan.
Memilih Kata yang Tepat: Pemilihan kata sangat penting dalam komunikasi. Jauhi bahasa negatif dan lebih fokus untuk menggunakan kata-kata yang dapat membangkitkan emosi positif.
Evaluasi dan Pemantauan: Sangat penting untuk memantau dan menilai kinerja strategi framing agar dapat membuat modifikasi dan peningkatan yang diperlukan untuk inisiatif komunikasi jangka panjang.
Mengingat kenyataan bahwa persepsi terkadang dapat berubah menjadi fakta, lembaga harus memberikan pesan dengan cara yang tidak bertentangan dengan opini publik yang berlaku atau agenda setting. Hal ini disebabkan karena ketidakefektifan jika lembaga memberikan penjelasan yang berusaha membantah, berpegang teguh pada pendiriannya, dan secara khusus menyalahkan pihak lawan. Ketika sebuah lembaga menggunakan strategi seperti itu, persepsi publik terhadap lembaga tersebut akan terpengaruh secara negatif, sehingga lebih sulit bagi masyarakat untuk percaya lagi dengan apa yang dikatakan lembaga tersebut sekalipun hal-hal yang disampaikan itu memiliki dasar yang kuat. Sikap seperti itu akan merusak kredibilitas lembaga, sehingga dengan adanya Teori Framing dapat membantu lembaga untuk mempertahankan citra positifnya, karena pada dasarnya citra positif suatu lembaga merupakan hal yang penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas publik.
Referensi:
Anwar, K., Megantari, K., & Lestarini, N. (2018). Analisis Framing Model Robert N. Entman Tentang Berita Kasus Pria Dibakar Hidup-Hidup di Bekasi Pada Liputan6. com Edisi 4 Agustus 2017. Indonesian Journal of Government and Communication Studies, 2(1).
Prastya, N. M. (2016). Analisis Framing dalam Riset Public Relations. Jurnal Informasi, 46(2), 193-204.
Riski, A. (2022). Citra Media Dan Kementerian Kesehatan Dalam Vaksinasi Covid 19 Di Makassar. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 299-309.
***
Author: Jelita S. (PR Apprentice)
Editor: astr, 2024
Cover: Rafi (PR Apprentice)
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA