Menelusuri Jejak Soekarno di Museum Rumah Kelahirannya

ikom.fisipol.unesa.ac.id, Surabaya - Di Kota Pahlawan, tersembunyi sebuah rumah sederhana yang menyimpan sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Museum Rumah Lahir Bung Karno yang berlokasi di Gang Pandean IV, menjadi saksi bisu awal kehidupan Soekarno, sang Proklamator dan Presiden pertama Indonesia. Lahir pada 6 Juni 1901, Soekarno menghabiskan masa kecilnya di rumah ini sebelum akhirnya menjadi tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai situs sejarah, museum ini menawarkan pengalaman bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh sosok Soekarno. Berbagai barang yang berkaitan dengan masa kecilnya, serta informasi tentang keluarganya, tersaji di sini. Lebih dari itu, museum ini menjadi tempat edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda dan memberikan wawasan tentang kehidupan Soekarno sebelum ia menjadi sosok besar dalam sejarah bangsa.
Lebih dari sekadar destinasi wisata sejarah, Museum Rumah Lahir Bung Karno menjadi simbol kebanggaan masyarakat Surabaya. Tempat ini mengingatkan kita pada akar perjuangan Soekarno serta semangat patriotisme yang diwariskannya. Dengan adanya museum ini, generasi muda dapat belajar tentang pemikiran dan keberanian seorang pemimpin besar dalam membela bangsa.
Sejarah Penemuan Rumah Lahir Bung Karno
Museum Rumah Lahir Bung Karno, kini menjadi salah satu objek wisata bersejarah di kota Surabaya. Namun, keberadaanya sebagai situs bersejarah sepat tidak diketahui oleh publik. Rumah ini awalnya dimiliki oleh seorang warga setempat bernama Siti Jamilah, yang pada saat itu tidak menyadari bahwa rumah tersebut menyimpan jejak penting dalam perjalanan sejarah bangsa.
Rumah yang sederhana ini baru mulai dikenal setelah penelitian yang dilakukan oleh sejarawan Peter A. Rohi pada tahun 2010. Melalui hasil penelitian tersebut, dipastikan bahwa rumah inilah yang menjadi tempat kelahiran Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Temuan ini menciptakan kesadaran baru di kalangan masyarakat dan memicu perhatian terhadap pentingnya pelestarian bangunan bersejarah ini.
Transformasi Rumah menjadi Museum
Pada tahun 2020, Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah penting dengan mengakuisisi rumah tersebut dan menjadikannya sebagai museum. Proses ini tidak hanya sekedar menjadikan rumah itu sebagai cagar budaya, tetapi juga upaya untuk melestarikan sejarah perjuangan bangsa yang diwariskan oleh Soekarno.
Sebagai museum, Rumah Lahir Bung Karno memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dan mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Museum ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata utama yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan wawasan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Museum Rumah Lahir Bung Karno bukan hanya sekedar situs sejarah, tetapi juga simbol penting perjuangan dan nasionalisme Indonesia. Sebagai bangsa yang menghargai sejarah, kita perlu terus menjaga dan mengembangkan museum ini agar nilai-nilai perjuangan dan semangat nasionalisme tetapi hidup dalam setiap generasi. Dengan pelestarian yang baik, museum ini dapat menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi-generasi berikutnya.
***
Author : Nadia Rahma (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor : Nailah, 2025
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA