Menelusuri Pesona Rumah Gajah Mungkur sebagai Jejak Perdagangan Lintas Budaya di Kota Gresik

ikom.fisipol.unesa.ac.id, Gresik - Jika berbicara mengenai sejarah, maka tak lekang juga dengan berbagai peninggalan yang menyimpan beribu cerita. Termasuk sebuah bangunan antik yang masih kokoh berdiri di tengah keramaian kota Gresik, Jawa Timur. Dikenal sebagai cagar budaya, ternyata bangunan ini menjadi saksi bisu dari kejayaan perdagangan di akhir tahun 1800-an. Masyarakat mengenal bangunan ini sebagai Rumah Gajah Mungkur.
Sejarah Rumah Gajah Mungkur
Rumah Gajah Mungkur dulunya adalah kediaman dari keluarga Hj. Djaelan bin Oemar, saudagar terkenal asal Kampung Kemasan, Gresik. Rumah ini dibangun pada akhir tahun 1800-an dan hingga kini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu Kota Gresik sebagai pusat perdagangan yang strategis di pesisir utara Pulau Jawa.
Saat itu Gresik merupakan salah satu pelabuhan utama di Nusantara. Maka, tidak heran terjadi perdagangan lintas budaya yang melibatkan interaksi para pedagang dari Tionghoa, Arab, hingga Eropa. Rumah yang menjadi saksi interaksi multikultural tersebut bukan hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga menjadi simbol kejayaan ekonomi dan budaya masyarakat Gresik pada masa lampau.
Berlokasi di Jalan Nyai Ageng Arem Arem, Rumah Gajah Mungkur terletak tidak jauh dari kawasan cagar budaya Kampung Kemasan dan Langgar Gantung Alkautsar, yang semakin menambah nuansa historis kawasan tersebut. Sementara saat ini, Rumah Gajah Mungkur dijadikan sebagai destinasi wisata kebudayaan dan sentra batik khas Gresik.
Rumah Gajah Mungkur tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan seni batik khas Gresik, tetapi juga simbol bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Tempat ini sering kali menjadi inspirasi bagi para seniman, peneliti budaya, dan generasi muda yang ingin melestarikan warisan budaya Nusantara.
Pengalaman Berkunjung
Saat mengunjungi Rumah Gajah Mungkur, kita akan disambut oleh keindahan arsitektur khas yang mencerminkan perpaduan tiga kebudayaan, yaitu Eropa, Tionghoa, dan Jawa. Tepat di depan pintu utama Rumah Gajah Mungkur, sebuah patung gajah tertampang jelas menghadap ke rumah dan membelakangi jalan. Inilah yang menjadi alasan mengapa rumah ini dinamakan Gajah Mungkur yang memiliki arti “membelakangi”.
Kompleks Rumah Gajah Mungkur memiliki dua bangunan yang berfungsi sebagai hunian keluarga dan galeri untuk men-display Batik Gajah Mungkur. Jadi, ketika memasuki bangunan utama, kita akan disuguhkan dengan bentangan-bentangan kain batik yang telah ditata sedemikian rupa untuk memperlihatkan estetika serta makna di setiap corak dan motif yang ada dalam Batik Gajah Mungkur.
Batik Gajah Mungkur telah diproduksi dari rumah tersebut sejak tahun 1890 dengan berbagai motif khas yang mengandung filosofi dan cerita di dalamnya. Batik ini juga seringkali mengangkat cerita rakyat serta simbol-simbol kejayaan Kota Gresik di masa lampau.
Tidak hanya itu, perabotan-perabotan yang ada di dalam Rumah Gajah Mungkur masih terjaga keasliannya, mulai dari meja, lemari, kursi, semuanya merupakan peninggalan yang memiliki sejarah yang semakin menambah kesan tradisional dan outentik dari tempat ini.
Suasana rumah tua dengan sentuhan sejarah yang kental menjadikan Rumah Gajah Mungkur sebagai destinasi budaya yang sarat akan nilai-nilai historis. Di setiap sudut ruangan, kita dapat menemukan ornamen-ornamen khas serta berbagai potret yang menggambarkan perjalanan panjang keluarga H. Djaelan dari generasi ke generasi.
Hilya, seorang mahasiswa yang sedang mengunjungi Rumah Gajah Mungkur sebagai tempat observasi untuk tugas kuliahnya, mengatakan bahwa Rumah Gajah Mungkur merupakan situs kebudayaan yang menarik untuk diulas karena keunikan arsitektur bangunannya yang begitu memukau.
“Sudah beberapa kali kesini buat observasi, rasanya tidak pernah bosan kalau kesini soalnya bangunannya bagus, interior dan penataan ruangan sangat identik dengan bangunan eropa di masa lampau,” Ujar Hilya.
Memasuki halaman Rumah Gajah Mungkur, pandangan kita akan langsung tertuju pada eksterior bangunan yang memancarkan kemegahan arsitektur kolonial dengan sentuhan lokal yang khas. Fasad bangunan didominasi warna krem dengan detail ornamen geometris, serta dilengkapi atap merah marun yang elegan.
Menara kecil dengan jendela melengkung dan jendela hijau toska yang memberikan nuansa Eropa klasik semakin menambah keunikan bangunan ini. Terasnya yang dihiasi dengan jajaran rapi pot bonsai menciptakan harmoni antara arsitektur dan keindahan alam. Dengan begitu, pengunjung disambut dengan suasana yang asri dan menenangkan.
Dari segi interior, Rumah Gajah Mungkur menawarkan suasana tradisional Jawa yang kaya budaya. Ruangannya dihiasi kain-kain batik khas Gresik yang membentang di dinding dan sebagian lainnya tersusun rapi pada lemari kayu klasik. Pajangan berupa alat batik tradisional seperti canting, piring keramik antik, dan ukiran kayu menambah nilai seni yang sungguh memanjakan mata.
Tempat ini menjadi perpaduan sempurna antara seni, sejarah, dan edukasi budaya lokal. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari Rumah Gajah Mungkur sehingga kerap menerima banyak pengunjung.
Akhmad Choiri, pewaris sekaligus penerus usaha Batik Gajah Mungkur mengatakan bahwa ia sering menerima surat permintaan kunjungan dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah, mahasiswa, hingga pejabat, baik dari dalam maupun luar Kota Gresik. “Kalau surat, mungkin sudah ada ratusan yang saya terima. Tapi kalau pengunjung, rata-rata paling tinggi pada tahun 2023 bisa di total mungkin jumlahnya sekitar 7.000 orang” Ujarnya.
Choiri mengungkapkan bahwa ia merasa bahagia melihat semakin banyak orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah, khususnya sejarah Kota Gresik, melalui Rumah Gajah Mungkur. Baginya, meneruskan usaha keluarga adalah langkah yang tepat agar masyarakat lebih mengenal kearifan lokal Gresik yang selama ini belum banyak diketahui.
Representasi Akulturasi Budaya
Rumah Gajah Mungkur adalah bukti nyata bagaimana perpaduan budaya Eropa, Tionghoa, dan Jawa dapat menghasilkan harmoni yang indah. Dalam perspektif komunikasi antarbudaya, rumah ini bukan hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga ruang di mana rasa bangga terhadap keberagaman budaya terus terjaga.
Melalui arsitektur, seni batik, dan interaksi sosial di dalamnya, Rumah Gajah Mungkur menciptakan pengalaman lintas budaya yang mengedukasi sekaligus menginspirasi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Rumah Gajah Mungkur menjadi representatif bagaimana budaya-budaya yang berbeda bisa menyatu tanpa kehilangan identitas masing-masing. Tempat ini mengajarkan kita untuk memahami dan menghargai perbedaan, terutama di era globalisasi yang menuntut kemampuan beradaptasi dengan keberagaman budaya.
Rumah Gajah Mungkur merupakan simbol harmonisasi budaya yang tidak hanya memancarkan keindahan arsitektur, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang toleransi dan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya, rumah ini mengajarkan generasi muda untuk merawat kearifan lokal sambil membuka diri terhadap pengaruh global.
Melalui perpaduan sejarah, seni, dan nilai tradisional, Rumah Gajah Mungkur menjadi warisan berharga yang memperkuat identitas budaya Gresik sekaligus menginspirasi kebersamaan di tengah keberagaman.
******
Author : Nadya Angeli (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor : Alya, 2025
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA