Menjelajahi Ampel Sebagai Wisata Kuliner Sajikan Perpaduan Harmoni Kearifan Lokal dan Rasa Timur Tengah

ikom.fisipol.unesa.ac.id – Ampel merupakan salah satu tempat religi yang berada di Surabaya, tempat ini memiliki cerita sejarah yang cukup panjang, salah satunya adalah dalam keberagaman kebudayaan. Adanya bangsa Arab serta bangsa-bangsa lain yang menjadi pendatang baru berabad-abad dahulu, serta ikut andil dalam perdagangan di sekitar Ampel.
Masuknya bangsa Arab dan bangsa lain ini menjadikannya tokoh yang mampu memperkenalkan kebudayaan dari asalnya dengan baik, layaknya tokoh utama yang sedang naik daun. Dengan adanya entitas baru di tanah Surabaya, menjadikannya sebagai pemilik suatu karakteristik tersendiri dan yang pastinya membawa nilai, budaya, dan tradisi asalnya.
Mulai termakan oleh waktu yang semakin lama semakin mengalami peleburan dengan budaya yang ada di Surabaya. Sehingga, Ampel menjadi tempat di mana budaya lokal dan Timur Tengah bertemu, bercampur, dan hidup berdampingan bersama. Dari bangsa Arab, mereka membawa suatu budaya atau ciri khas dari asalnya, salah satu contohnya adalah kuliner-kuliner khas bangsa Arab.
Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama Ampel sebagai tempat yang memiliki kuliner unik dan berkarakter, karena adanya perpaduan budaya yang kuat. Kuliner yang telah ada di Ampel di antaranya adalah kuliner khas Arab, Indonesia, hingga negara bagian Asia lainnya, karena beberapa alasan tersebut, Ampel menjadi tempat yang menarik perhatian publik untuk membeli dan melihat bagaimana interaksi antar budaya melalui kuliner.
Kuliner-kuliner ini menjadikan suatu prolog hingga epilog dari daerah asalnya dan menggambarkan proses adaptasi serta inovasi saat diperkenalkannya kepada bangsa atau suku yang berbeda.
Ada banyak pengunjung yang mencicipi berbagai jenis makanan, di antaranya kurma, kismis, serta aneka minuman juga ada di sana. Sehingga di sepanjang jalanan Ampel dipenuhi dengan pernak-pernik kuliner makanan dan minuman dari berbagai daerah Indonesia dan Timur Tengah. Hal ini menciptakan kesan kehangatan meskipun di tengah keramaian.
Fenomena ini menjadi sebuah petunjuk bahwasanya kuliner mampu menjadi alternatif komunikasi yang lebih efektif, kuliner juga bukan hanya sebagai produk khas dari suatu bangsa atau daerah, melainkan sebagai komunikasi antarbudaya.
Adanya Ampel sebagai pusat lintas budaya menjadikannya sebagai penunjuk nilai-nilai toleransi dan keterbukaan dalam suatu perbedaan melalui beberapa media interaksi salah satunya adalah kuliner. Bukan hanya dari makanan saja, namun juga bisa dilihat dari gaya hidup dan interaksi sosial masyarakatnya yang terbentuk dari perpaduan budaya yang kuat.
Ampel merupakan salah satu contoh nyata dari tempat wisata religi yang tidak hanya sekedar menjadi tempat berziarah, tetapi juga sebagai tempat yang mempertemukan dan menyatukan berbagai kebudayaan yang ada di sekitarnya. Keunikan Ampel terletak pada kemampuannya untuk berkamuflase menjadi simbol keberagaman yang kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual.
Tempat ini tidak hanya menjadi persinggahan bagi para peziarah, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial yang penuh rasa kebersamaan dan toleransi. Dengan segala dinamikanya, Ampel mencerminkan harmoni dalam perbedaan, menciptakan makna yang mendalam bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya, baik sebagai pengunjung, pedagang, maupun masyarakat lokal yang turut menjaga kelestariannya.
Author : Anikatun Nakhlah (Ilmu Komunikasi 2023)
Editor : Zidah, 2025
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA