Paradigma Naratif: Bagaimana Cerita Mempengaruhi Komunikasi?

ikom.fish.unesa.ac.id―Paradigma Naratif adalah cara berpikir tentang bagaimana cerita atau narasi mempengaruhi komunikasi. Hal ini mengacu pada cara kita mendengarkan dan menginterpretasikan cerita serta bagaimana cerita itu mempengaruhi emosi, psikologi, dan bahkan sosial. Walter Fisher merupakan tokoh yang memperkenalkan Paradigma Naratif sebagai salah satu dari teori komunikasi berdasarkan konsep manusia adalah pencerita. Sekilas teori, kita akan lebih mudah terbujuk oleh cerita yang menarik daripada argumen yang baik, sehingga paradigma naratif berperan dalam mempengaruhi komunikasi. Bagaimana Paradigma Naratif mempengaruhi komunikasi sebagai berikut:
1.
Mengatur Makna dan
Interpretasi
Struktur cerita membantu mengatur makna dan
interpretasi informasi dalam komunikasi. Ketika kita menceritakan atau menerima
cerita, kita tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mengidentifikasi
makna dari informasi tersebut dengan mempertimbangkan konteks cerita. Hal
tersebut membantu kita memahami hubungan cerita dengan kehidupan atau
lingkungan kita.
2. Pembentukan Identitas dan Nilai
Cerita yang diceritakan dalam konteks budaya
atau agama seringkali membentuk nilai-nilai moral atau etika yang dipegang oleh
anggota masyarakat. Cerita-cerita tersebut dapat membentuk identitas dan
mengubah cara kita melihat dunia. Oleh karena itu, cerita yang disampaikan
dapat mempengaruhi karakter individu, baik itu secara psikologi, emosi dan
sosial.
3. Pengaruh Sosial dan Politik
Cerita seringkali digunakan untuk mempengaruhi
perspektif sosial atau politik. Contohnya, media massa menggunakan narasi untuk
mempengaruhi opini publik tentang masalah tertentu atau untuk menggiring publik pada perubahan sosial. Dalam situasi seperti ini, cerita dapat menjadi alat
yang sangat kuat untuk menggerakkan perubahan atau mempertahankan stabilitas
keadaan.
4. Pengaruh Emosional
Narasi memiliki efek emosional yang
signifikan. Cerita-cerita yang kuat secara emosional dapat memicu perasaan
seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan, atau simpati sesuai dengan konteks
cerita yang disampaikan. Hal ini dapat memengaruhi cara kita merespons informasi atau
bahkan sikap kita berperilaku terhadap orang atau situasi tertentu.
5. Menggerakkan Tindakan
Narasi dapat memengaruhi cara kita bertindak.
Baik sebagai pendengar atau pembaca, kita seringkali merasa emosional atau
terdorong untuk bertindak berdasarkan apa yang kita pelajari atau maknai dari
sebuah cerita. Misalnya, tentang perjuangan seseorang untuk mencapai tujuan
mereka dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Dalam hal ini, narasi tidak hanya mempengaruhi secara emosional tapi juga
mempengaruhi secara Tindakan.
Secara keseluruhan, Paradigma Naratif sangat penting untuk memahami bagaimana narasi atau cerita memengaruhi komunikasi manusia. Cerita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengatur makna dan interpretasi dalam komunikasi melalui struktur naratifnya. Cerita yang disampaikan dapat memengaruhi cara kita memahami hubungan antara cerita dengan kehidupan kita sehari-hari dan lingkungan kita. Selanjutnya, cerita dapat membentuk identitas dan nilai-nilai moral dalam masyarakat, memengaruhi emosi kita, dan memiliki dampak besar pada sosial dan politik dengan membentuk opini publik dan mendorong perubahan. Oleh karena itu, Paradigma Maratif tidak hanya mengubah cara kita berpikir, tetapi juga membuat kita bertindak sesuai dengan pengalaman yang diceritakan.
Referensi:
Smith, S. & Hunter, B. (2012). Narrative Paradigm. Diakses pada 15 Juli 2024 pada https://www.scribd.com/doc/82543809/Narrative-Paradigm
***
Author: Salsabilla (PR Apprentice)
Editor: astr, 2024
Cover: Ame (PR Apprentice)
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA