Teori Agenda Setting Sebagai Pembentuk Perspektif Publik

ikom.fish.unesa.ac.id―Jika ditanya mengenai teori apa, sih, yang paling dekat dan melekat dengan media massa serta masyarakat luas, maka Teori Agenda Setting merupakan jawabannya. Namun, apa sih Teori Agenda Setting itu? Teori ini dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw pada tahun 1968. Teori ini pada dasarnya menjelaskan konsep mengenai bagaimana sebuah media massa memiliki kemampuan untuk dapat menentukan sebuah agenda individu atau kelompok, terkhusus adalah mereka yang terdampak informasi dari siaran media massa.
Dalam realita sosial, tentu Teori Agenda Setting sangat berhubungan erat sekali dengan masyarakat luas. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teori ini, yakni:
Kualitas berita: Berita yang semakin baik dan menarik maka akan lebih diperhatikan oleh publik.
Durasi penayangan: Tidak lengkap rasanya jika berita yang menarik tidak memiliki screen time yang lama, maka perlu adanya jam tayang yang lama untuk meningkatkan kemungkinan berita dianggap penting oleh masyarakat.
Frekuensi penayangan: Berita akan sering dianggap hanya angin lewat jika jarang sekali tampil dan muncul di muka publik, maka frekuensi penayangan menjadi hal wajib untuk menarik atensi masyarakat luas akan pentingnya berita tersebut.
Nah itu tadi adalah penjelasan mengenai Teori Agenda Setting beserta bagaimana teori tersebut dapat bekerja bagi khalayak umum atau masyarakat luas. Teori ini berhubungan erat dengan masyarakat dan dapat memberikan sebuah pengaturan agenda kepada individu atau kelompok, sehingga kita dapat mengetahui seberapa kuat media massa untuk mempengaruhi publik.
Melihat bagaimana teori ini dapat bekerja, maka tidak dapat dipungkiri bahwa Teori Agenda Setting juga dapat memberikan perubahan terhadap perspektif dan asumsi publik. Lalu, bagaimana cara teori ini mempengaruhi publik? Ada beberapa poin yang perlu di highlight, di antaranya:
Pemaparan Isu oleh Media: Media massa yang memiliki platform media akan memiliki otoritas sehingga memudahkan media dalam memilih isu-isu tertentu untuk diliput dan diberitakan. Proses inilah yang disebut sebagai “agenda media”.
Perhatian Publik terhadap Isu: Saat media massa memberitakan sebuah isu atau fenomena secara konsisten, maka perhatian publik akan isu tersebut semakin meningkat. Di dalam proses inilah pembentukan dan perubahan perspektif publik tercipta. Publik akan cenderung memberikan atensi dan menganggap bahwa berita tersebut adalah berita yang penting.
Prioritas Isu: Media massa akan dengan mudah untuk mengatur seberapa sering dan seberapa banyak isu tersebut diberitakan, sehingga media dapat mengatur prioritas isu serta perspektif publik akan sebuah fenomena yang terjadi.
Melalui Teori Agenda Setting, akhirnya kita dapat melihat bagaimana peran dan kekuatan sebuah media untuk mengatur prioritas dan sudut pandang kita terhadap isu yang terjadi. Namun, patut untuk kita garis bawahi bahwa Teori Agenda Setting tidak secara penuh dapat mengontrol apa yang dipikirkan individu. Publik pastinya memiliki kemampuan untuk memilah dan memilih informasi dan isu apa saja yang dapat mereka terima dan yang ingin mereka ikuti.
Referensi:
Rahma, Fiska. (2021). “Teori Agenda Setting: Definisi, Prinsip Dasar, dan Contoh Kasusnya.”. Retrieved from medium: https://www.gramedia.com/literasi/teori-agenda-setting. Diakses pada: 24 Juni 2024.
Dafit. (2023). “Agenda Setting Media: Bagaimana Teori Ini Mempengaruhi Informasi yang Kita Terima?”. Retrieved from medium: https://www.kompasiana.com/fitriawardani8538/6568ad2d12d50f77401ea722/agenda-setting-media-bagaimana-teori-ini-mempengaruhi-informasi-yang-kita-terima#google_vignette. Diakses pada: 24 Juni 2024.
***
Author: Andras Salmany Ramdan (PR Apprentice)
Editor: astr, 2024
Cover: Allisa (PR Apprentice)
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA
Au