Teori Uses and Gratification Sebagai Motif Personal Branding

ikom.fish.unesa.ac.id―Personal branding menjadi istilah yang tidak asing lagi di telinga kita. Banyak webinar maupun seminar yang kerap kali membahas tentang bagaimana cara membangun personal branding dan seberapa penting personal branding bagi pembentukan citra diri. Sebenarnya apa, sih, personal branding itu?
Personal branding dapat diartikan sebagai sesuatu yang sengaja dibangun untuk mengidentifikasi diri pada dunia luar atau orang lain. Membangun personal branding berarti melakukan suatu proses pembangunan dan pengelolaan citra atau reputasi pada diri sendiri, karena saat ini maraknya penggunaan media sosial bertujuan untuk membangun personal branding seseorang.
Personal branding biasanya dilakukan dengan tujuan akhir untuk membentuk sebuah penilaian orang lain terhadap diri kita, sehingga pada akhirnya mereka sendiri yang akan memutuskan untuk memandang diri kita secara positif atau negatif. Persepsi positif biasanya dapat menimbulkan adanya kepercayaan (trust) seseorang yang menunjang pada aksi-aksi lainnya. Motif awal seseorang membangun personal branding di media sosial adalah untuk meningkatkan kredibilitas diri, di mana kelak akan ada banyak orang yang percaya kepada kita, tentu hal ini akan mendorong publik untuk mengenal diri kita sebagai seseorang yang kita ingin tampilkan.
Konsep personal branding ini sejalan dengan Teori Uses and Gratification. Pernahkah kalian mendengar teori tersebut? Jika belum, mari kita mengenal Teori Uses and Gratification secara mendalam.
Teori Use and Gratification merupakan salah satu pendekatan dalam studi ilmu komunikasi, di mana teori ini menekankan pada peran aktif pengguna media saat memilih dan menggunakan media guna memenuhi kebutuhan dan keinginan pribadi mereka. Teori ini diperkenalkan pertama kali oleh seorang Sosiolog dan Ilmuwan komunikasi asal Amerika-Israel yang bernama Elihu Katz dan 2 rekannya yang biasa dikenal Blumler & Gurevitch. Teori ini didasarkan pada 3 hal, yakni:
Masyarakat memiliki tujuan akhir pada perilaku mereka,
Masyarakat adalah pengguna media aktif,
Masyarakat pengguna media sadar akan kebutuhan mereka dan memilih media untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Teori Uses and Gratifications digunakan untuk meneliti peran media, biasanya penelitian pada media berfokus kepada efek audiens, berbeda dengan teori penelitian media lainnya. Teori ini tidak menekankan kepada efek media yang biasanya dikaitkan dengan audiens, melainkan teori ini menekankan kepada motivasi seseorang untuk menimbulkan efek audiens di media. Audiens adalah pengguna aktif yang mencari media untuk memenuhi berbagai kebutuhan psikologis dan sosial mereka. Teori Use and Gratifications mengasumsikan bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan yang ingin mereka puaskan melalui penggunaan media.
Untuk lebih simple-nya, biasanya penelitian tentang media berbicara soal “Apa efek media untuk manusia?” sedangkan teori ini cenderung berbicara soal “Apa yang manusia lakukan terhadap media?”
Pada kasus pembangunan personal branding, penggunaan media sosial dilatarbelakangi oleh keinginan individu untuk dikenal sebagai pribadi seperti apa yang mereka mau. Intinya, teori Uses and Gratification berperan untuk mempelajari motivasi individu atau masyarakat dalam melakukan pembangunan personal branding di media sosial.
Referensi:
Haroen, D. (2014). Personal branding. Gramedia Pustaka Utama.
Lin, C. (1999). Uses and Gratifications Audience uses and gratifications for mass media: theoretical perspective
Puspita, Della. (2023, September 21). Personal Branding : Definisi, Manfaat, Cara Membangunnya. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. https://ikom.umsida.ac.id/personal-branding-pengertian-manfaat-cara-membangun/
Saad, M. Z. M., & Yusuf, M. H. (2019). Cultural Adaptation: The Impact of Social Media Toward Uses and Gratification. Journal of Techno-Social, 11(1).
***
Author: Diva Sulistyaningra (PR Apprentice)
Editor: astr, 2024
Cover: Juju (PR Apprentice)