Terkenal sebagai Warisan Budaya Hindu, Begini Keindahan Alam dan Pesona Candi Gedong Songo!

ikom.fisipol.unesa.ac.id, Semarang – Di antara bentangan lereng Gunung Ungaran yang sangat indah, tepatnya di bagian selatan Kabupaten Semarang, terdapat kompleks candi yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai kota. Candi tersebut dikenal dengan nama Candi Gedong Songo.
Candi Gedong Songo menjadi salah satu destinasi ikonik wisata budaya yang memiliki pemandangan alam menakjubkan dengan udara yang sejuk. Tidak hanya sekadar tempat wisata, kawasan ini merepresentasikan warisan sejarah kebudayaan Hindu yang kaya dan berperan penting dalam sejarah perkembangannya di Indonesia. Selain itu, candi ini juga menggambarkan Semarang sebagai kota dengan latar belakang budaya yang beragam.
Sejarah Candi
Candi Gedong Songo adalah kompleks Candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Candi ini ditemukan oleh Thomas Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Sanjaya pada abad ke-9. Sementara pada tahun 2015, Candi Gedong Songo ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional.
Meskipun namanya dalam bahasa Jawa diartikan sebagai "sembilan candi", kompleks ini hanya terdiri dari lima candi utama dan beberapa reruntuhan. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemujaan dewa-dewa Hindu, yang dibuktikan dengan adanya arca-arca seperti Siwa dan Ganesha. Selain itu, desain arsitekturnya yang unik dan mirip dengan Candi Dieng menunjukkan Candi Gedong Songo memiliki hubungan sejarah yang erat.
Pemerintah setempat telah berupaya melakukan pelestarian guna menjawa warisan budaya untuk generasi selanjutnya, sehingga menjadikan semakin bertambahnya nilai penting dari situs ini. Dengan begitu, Candi Gedong Songo bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga simbol dari identitas budaya dan spiritualitas masyarakat Indonesia.
Identifikasi Unsur Kebudayaan
Candi Gedong Songo benar-benar mencerminkan warisan sejarah kebudayaan Hindu. Arsitektur candi menunjukkan ciri khas Hindu, dengan atap meruncing dan struktur bangunan yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap-atap.
Penemuan dan identifikasi candi-candi ini menunjukkan bahwa kompleks ini direncanakan sebagai suatu sistem percandian yang komprehensif, menjelaskan konsep kosmogoni Hindu yang kompleks. Selain itu, letaknya yang berada di lereng gunung semakin menambah nilai spiritualnya karena gunung dianggap sebagai tempat tinggal para dewa.
Candi Gedong Songo bukan hanya sebagai monumen sejarah, tetapi juga masih digunakan sebagai tempat ritual oleh umat Hindu. Upacara-upacara keagamaan yang dilangsungkan di kompleks candi ini menunjukkan bahwa warisan kebudayaan Hindu masih hidup dan relevan sampai saat ini. Warisan ini tidak hanya terbatas pada struktur fisik, tetapi juga dalam konteks sejarah, ritual, dan tradisi keagamaan yang dilestarikan dari generasi ke generasi.
Yang menjadi salah satu fakta sejarah lainnya adalah Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang ini mencerminkan interaksi budaya yang kaya antara tradisi Hindu dan kepercayaan lokal. Hal ini terlihat dari arsitektur dan fungsi candi yang beragam.
Dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Sanjaya, candi ini menggabungkan elemen spiritual Hindu dengan praktik pemujaan terhadap roh nenek moyang, seperti yang ditunjukkan oleh simbol Lingga-Yoni yang melambangkan kesuburan dan hubungan antara dunia fisik dan spiritual.
Posisi candi yang berderet di lereng Gunung Unggaran bukan hanya menciptakan hierarki kesucian, tetapi juga mencerminkan keyakinan bahwa gunung adalah tempat tinggal para dewa sehingga menjadikannya lokasi yang ideal untuk ritual keagamaan.
Selain sebagai situs sejarah, Gedong Songo juga berfungsi sebagai objek wisata religius yang menarik pengunjung dari berbagai latar belakang, memperkuat dialog antar budaya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya.
Dengan begitu, Candi Gedong Songo bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang memperkaya pemahaman tentang identitas budaya Indonesia yang beragam. Hal tersebut menjadikan candi ini sebagai salah satu warisan sejarah yang penting dalam mencerminkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Hindu di Indonesia.
Pengalaman Berkunjung
Candi Gedong Songo memiliki pemandangan yang indah sekaligus dapat menjadi tempat belajar sejarah kebudayaan Hindu. Jeni, salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Blora yang sedang berkunjung menyatakan bahwa dirinya mendapatkan kesempatan untuk memahami sejarah dan budaya yang selama ini belum ia ketahui.
“Dulu aku hanya tahu sedikit tentang tempat ini lewat media sosial. Tapi setelah berkunjung langsung, aku lebih tau tentang sejarah kebudayaan Hindu yang aku dapatkan saat membaca papan informasi yang ada di sekitar bangunan candi,” ujar Jeni.
Kawasan Candi Gedong Songo tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi pengunjung candi ini juga dapat merasakan nuansa mistis dan spiritual melalui ritual keagamaan yang masih dilaksanakan di kawasan candi.
Adanya keunggulan-keunggulan tersebut, lengkap dengan tersedianya berbagai pilihan kuliner dari penjual makanan dan minuman di sekitar kawasan candi, mampu menunjang kenyamanan wisatawan sehingga menjadikan kawasan candi ini senantiasa ramai oleh pengunjung,
Wini, salah seorang penjual gorengan di kawasan candi selama lebih dari 3 tahun, mengatakan, “Dari dulu, Candi Gedong Songo memang selalu ramai pengunjung, Mas. Rombongannya juga macam-macam, ada anak sekolah, orang pacaran juga ada, apalagi kalau weekend, tujuannya juga macam-macam, Mas. Ada yang memang rekreasi dari luar kota, ada juga yang foto-foto dan memang untuk belajar sejarah.”
***
Author : Fahmi Arifuddin Naufal Haq (Ilmu Komunikasi, 2023)
Editor : Alya, 2025
Laboratorium Ilmu Komunikasi UNESA